Saturday, June 19, 2010

Hari 6: Bila pekerja seks berbicara politik, maka bersatulah pelacur Kota Jakarta!


Nobie sang Bottlesmoker beraksi


Gig di Jakarta


tim Bottlesmoker

Kecapekan total hari ni. Sadar-sadar udah jam 1 siang. Masakan tidak, aku hanya pulang ke kamar jam 6 pagi WIB (waktu Indonesia barat) setelah capek menulis untuk GOL?, The Malaysian Insider dan blog ini. Beda sekali kalau capek nulis, kagak sama dengan capek fizikal.

Rencana mahu ke pergelaran seni spektakuler di TIM sempena Munas (Musyawarah Nasional) Partai Keadilan Sejahtera dan diskusi Jacque Lacan tentang seksualitas di Salihara terpaksa dibatalkan demi melayani kebutuhan rehat yang maha penting.

Memandangkan kota Jakarta ini memang sangat sulit untuk multi aktiviti dalam tempoh beberapa jam seperti di KL, maka aku memilih untuk bertemu teman2 Bottlesmoker dari Bandung yang manggung di Konsert Adit & Surya, hos MTV Insomniac di Viky Sianipar, Manggarai yang terkenal dengan jembatan hantunya. Bottlesmoker ini aku dan abang aku dari Envelove Distro pernah ngundang tahun lepas untuk tur di Malaysia dan sekali lagi akan mampir ke KL oktober nanti, tunggu ya!

Agak ramai ABG (anak baru gaul) aka budak2 sekolah yang datang ke acara ini untuk menikmati musik atau mungkin mencari pacar, tapi aku percaya lebih pada yang pertama kerna aku perhati sejak lama anak-anak di sini lebih menghargai muzik berbanding pacaran melulu. Semua tim Bottlesmoker ada di sini; Yulius sang manajer hebat, Aris yang baru pacaran, Agam, Botak dan personil band yang digilai ABG, Angkuy dan Nobie.

Acara dikhabarkan mulai agak lewat dan lantaran itu setiap band hanya boleh membawa 2 atau 3 lagu saja untuk memberi peluang kepada band2 lain dan Gugun Blues Shelter mencuri tumpuan dengan persembahan memukau sehingga bassistnya mengindomie goreng sambil baring2 di lantai mosh pit, wah keren bangat! Rupa-rupanya inilah band yang direkomendasi teman Indo di MMU, Yayi untuk diundang ke Malaysia sewaktu mereka ke Singapura beberapa bulan lepas. Memang berbaloi kalau bawak dari segi musik, tapi dari segi kewangan belum tentu kerna belum punya peminat menurut aku di Malaysia. Sayang sekali.

Pengen nunggu satu lagi band yang dikhabar bagus endahNrhesa tidak kedapatan kerna masih agak lama dan ada rencana lain yang sedang menanti. Mungkin lain-lain kali masa ada peluang. Makan jap di warung di seberang jalan sebelum pulang ke hotel murah dan online sebentar dan tidur sekejap. Setakat ni aku belum termakan bakso tikus atau nasi goreng daging anjing, tapi tak tahulah kot-kot dah termakan. Cerita tentang makanan, aku dan Vovin kat sini memang terkena penyakit ketagihan Indo Mee, racun dunia yang sedap dan enak dimakan. Ada satu warung kecil khas Indo Mee rebus dan goreng di Jalan Jaksa yang menurut aku wajib dikunjungi pelancong Malaysia. Salah satu tarikan pelancong di kota ini dan kalau perut jenis murah, tak usah makan sini sebab hanya elit foodies je layak menghadamnya. Makan di mal? sangat2 awal 90an.

Setelah tidur sebentar ditemani lagu Jika Cinta Dia Geisha yang diulang-ulang, aku pun berangkat ke satu lokasi rahsia untuk membuat kajian sosiologi masyarakat dan masalah urbanisme. Hal ini hanya boleh diceritakan pada teman-teman terpilih atas faktor keselamatan.

Sadakollahulazim

1 comment: