Wednesday, June 23, 2010

Hari 10: Luna Maya atau Juliana Evans?

Pantas sungguh waktu berlalu, sedar dan tidak sedar sudah 10 hari. Maka untuk meraikan hari ke 10 aku dan Vovin menyambutnya untuk makwe2 di seluruh nusantara di Bandung, kota kembang yang dingin pro-senggama. Latar dingin kota Bandung sangat khas sehingga melahirkan Ariel yang digosipin hebat di ranjang sehingga ramai cewek2 selebriti pengen menikmati sendiri khabar gembira itu.

Alhamdulillah aku dikurniakan motorsikal milik Lee Shok Sean merangkap kekasih abang kandung aku yang masih eksis di sini seterusnya memudahkan untuk ke mana-mana, terima kasih kepada Danny yang menjaganya. Ok, sesaat mendapat kunci motorsikal aksi lagak ngeri celah mencelah tak ingat bahaya nanti nahas tanggungnya berat sudah bermula demi penyatuan rempit Indonesia-Malaysia.

Sesudah berwarnet, kami makan siang di luar kampus Universitas Padjajaran (UNPAD)di Dipatiukur dengan niat baik mengusha awek2 UNPAD yang cantik dan bijak untuk diarielkan. Malangnya sekarang lagi musim libur, maka hanya makcik penjual nasi dan dua anak kecil perempuannya sahaja yang kelihatan. Tamat kami ke stasiun kereta api untuk membeli tiket ke Jogja besoknya.

Setelah itu bermulalah pengembaraan Upin dan Ipin ke kota Lembang yang dingin dan sesuai untuk pacaran dan berbulan madu. Banyak juga cewek di sini, tinggal hanya memilih kalau mahu. Setelah sebentar di Lembang, aku memutuskan untuk melewati jalan lain untuk pulang dan bermulalah 'cuba dan redah' melewati desa-desa indah di sekitar Lembang dan jirannya sebelum akhirnya berjaya mencari jalan pulang ke Bandung berkat pertolongan makcik yang baik.

Dari Cisaur, kami menuruni jalan lurus yang panjang sebelum sampai ke Kota Cimahi. Alang2 sudah di Cimahi aku menelefon Amir dari Angsa & Serigala bertanya di mana SMAN 13 Bandung yang akan mereka beraksi di Pesta Seni hari ini, malangnya acara sudah selesai dan melewati pulang kami terserempak juga dengan SMAN 13 sambil sempat terlihat beberapa ABG nongkrong di luar pagar sekolah yang cakep2 juga :)

Sampai di Bandung, aku sempat menggunting rambut yang cajnya sangat murah, 7000 rupiah (sekitar RM2.80) sebelum singgah di distro-distro di Trunojoyo melihat-lihat dan menyantap malam sekali. Di Bandung industri kreatif sangat besar dan antara penyumbang perekonomian yang tinggi kepada kota ini dan melihat anak2 muda mereka yang banyak memperagakan t-shirt, topi, jaket, dompet dll berjenama tempatan sangat menjustifikasikan itu. Mereka mengambil masa 15 tahun untuk ke sampai ke tahap ini dan menjadi harapan supaya label2 pakaian dan penggiat industri kreatif di Malaysia boleh mencontohi kejayaan Indonesia dan KREAM adalah satu langkah awal yang baik.

Bercerita tentang label pakaian tempatan, beberapa tahun lepas sempat di gig-gig bercambah pesat label2 seperti Blacksheep, The Brains, Durjana Clothing, Bima dan banyak lagi tetapi akhirnya banyak yang gulung tikar - mungkin bagi mereka hanya sekadar hobi bersifat tren. Manakala menurut aku pergerakan di Malaysia tidak didasari dengan semenagat independen, kolektif dan gerakan yang sebenar, banyak dari mereka sekadar main2 dan ada yang sekadar platform mencari awek dan glamer bodoh. Khabarnya 31 Julai dan 1 Ogos nanti di Padang Merbok akan berlangsung satu pesta pakaian yang dianjurkan oleh penggerak2 IICA Fest di Indonesia, 'kompetitor' kepada acara KICKFEST yang ramai dibilang di sini sebagai gerakan yang benar2 independen dan IICA Fest pula lebih bersifat keuntungan maksima. Politik clothing, hehe. Apapun tahniah kepada label The Brains yang tetap maju terus!

Selesai makan dan kemudian membeli CD album Homogenic yang tebaru, kami langsung pulang berehat2 sebelum diambil krew filem perusahaan radio, 'Langit di Balik Kaca' hasil skrip dari Vinca Callista yang sempat menulis satu novel berjudul, Ratu Callista Sang Panglima Laskar Onyx. Menurut Incha, filem ini dibuat khusus untuk ulang tahun radio yang dia menjadi dj kalau tak silap dan akan diputar selama seminggu di pawagam Blitz selama seminggu bermula 9 Oktober.

Sebelumnya sempat terjadi diskusi dan gosip panjang kasus Ariel dan Luna Maya/Cut Tari dengan 'pembicara utama', Araji vokalis Angsa & Serigala dan dalam diam2 aku semacam menanti juga video Juliana Evans dan Lisa Surihani, haha.

Bottlesmoker berlakon satu adegan di mana mereka membuat persembahan untuk pelakon utama dan tak semena-mena aku dan krew2 Bottlesmoker lain pun terpaksa menjadi pelakon tempelan. Kira-kira jam 3 pagi semuanya selesai. Sebelum tidur aku menghabisi hari dengan menonton sepak bola Serbia lwn Australia dan Jerman lwn Ghana dan pastinya menyantap Indo Mee kornet dan ah, tonton sebentar video Cut Tari dan anak SMA katanya. Kemudian baca doa tidur, selawat dan mengucap.

No comments:

Post a Comment